Paket kasembon rafting malang menjadi tujuan wisata yang paling pas buat anda. Menggunakan aliran Sungai Konto dan Sungai Sumber Dandang – Malang, kami akan membawa anda menikmati derasnya arus Sungai Sumber Dandang dengan 5 kanal yang berketinggian antara 1,5 – 5 m yang akan memacu adrenalin anda dalam wisata rafting kasembon malang.
Harga rafting kasembon malang sangat terjangkau, hamparan sawah dan pematang serta pohon kelapa yang tumbuh sepanjang sungai akan membawa kenikmatan tersendiri dalam liburan anda. Aliran Sungai Konto akan membawa anda menikmati sensasi ber arum jeram malang yang berbeda dari sungai-sungai yang ada di Jawa Timur, variasi jeram dengan grade 2 – 3+ merupakan salah satu keistimewaan dari jalur kesambon adventure ini.
1. Kasembon Rafting batu ONLY
Harga : Rp. 175.000/per person
Peserta : Min. 5 Person
Fasilitas :
– 7,5 KM rafting trip
– Welcome drink
-penjemputan dari lokasi setelah pengarungan
– Guide
– Rescue
– Snack & Drink
– makan siang 1 kali
– Insurance
![]() |
| Rafting di Malang |
2. Rafting malang & outbound fun games 1 hari Kegiatan
Harga : Rp 275.000/person
Peserta : Min. 30 Person
Fasilitas :
– makan Siang 1 kali
– rafting 7,5 km ( 1,5-2 jam pengarungan )
-outbound training fun games, low and middle games
-welcome drink
-penjemputan dari lokasi setelah pengarungan
– Guide
– Rescue
-insurance
3. Kasembon rafting adventure & Outbound Training 2 hari 1 malam
Harga : Rp 475,000/person
Peserta : Min. 30 Person
Fasilitas :
– menginap di rumah khas outbound
– makan pagi 4 kali
– rafting 7,5 km ( 1,5-2 jam pengarungan )
-outbound training fun games, low and middle games
-welcome drink
-snack dan coffe break
-free api unggun dan jagung bakar
-penjemputan dari lokasi setelah pengarungan
– Guide
– Rescue
-insurance
Segera Reservasi dan Hubungi kami:
Kontak Marketing
0822 325 222 44
0822-3252-2244
(WhatsApp Messenger)
Olah Raga Arus Deras (ORAD) atau lebih dikenal dengan sebutan Arung Jeram dapat dikategorikan sebagai olah raga petualangan, karena tidak saja mengandung unsur olahraga, tetapi juga petualangan dengan berbagai resikonya.
ORAD termasuk salah satu kegiatan alam terbuka yang baru, dibandingkan dengan mendaki gunung ataupun olahraga-olahraga alam terbuka lainnya. Tidak banyak catatan yang dapat dibuka untuk mengetahui asal mula olah raga ini.
Yang pasti olah raga ini dimulai di Amerika Serikat, setelah perang dunia II. Ketika beberapa orang enterpreneur menyusuri sungai Colorado dengan perahu jenis Pontoon sisa perang dunia. Kemudian perkembangannya menjadi pesat di tahun 60-an ketika teknologi rancangan dan bahan untuk membuat perahu seperti yang kita kenal sekarang ini mulai berkembang.
Pengarungan sungai telah sejak dulu dilakukan oleh manusia.
Pengarungan ini dilakukan dengan menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan digunakan sebagai alat transportasi. Suku Indian di Canada telah memulai perkembangannnya. Lalu orang-orang Carib Indian mengembangkannya dan menamakan Progue. Sedangkan orang primitif menyebutnya dengan Out Canoe yang kemudian dikembangkan menjadi Bark Out Canoe. Perahu ini dibuat dari tempelan papan kayu oleh orang Indian Amerika Utara. Sedangkan orang Eskimo menciptakan Skin Corveal Craft, yaitu perahu yang dilapisi kulit binatang yang tidak tembus air.
Pengarungan ini dilakukan dengan menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan digunakan sebagai alat transportasi. Suku Indian di Canada telah memulai perkembangannnya. Lalu orang-orang Carib Indian mengembangkannya dan menamakan Progue. Sedangkan orang primitif menyebutnya dengan Out Canoe yang kemudian dikembangkan menjadi Bark Out Canoe. Perahu ini dibuat dari tempelan papan kayu oleh orang Indian Amerika Utara. Sedangkan orang Eskimo menciptakan Skin Corveal Craft, yaitu perahu yang dilapisi kulit binatang yang tidak tembus air.
Sejarah Rafting ( Arum Jeram) Di INDONESIA
Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .
Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.
Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .
Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.
Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak. Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi. Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat. Jawa Tengah meiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi. Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang. Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat. Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.
Peralatan Arum Jeram/Rafting
Peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam arum jelam di malang dibedakan menurut kebutuhan kelompok/regu dan lamanya waktu mengarungi sungai, yaitu sebagai berikut:
1. PERALATAN REGU
l.l. PERAHU KARET
Perahu karet (Inflatable Raft) untuk keperluan olah raga kasembon rafting batu, dibuat dari bahan karet sintetis sedemikian rupa sehingga kuat tetapi tetap elastis. Hal ini dimaksudkan untuk menahan dari goresan dan benturan batu-batu sungai.
1.2. DAYUNG
Dayung sebagai alat kayuh pada olah raga rafting di batu malang sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan; misalnya kayu mahogany dan kombinasi antara fiberglass dan aluminium. Dayung yang dipergunakan oleh awak perahu, panjangnya berkisar antara 4,5 - 6 kaki. Tetapi umumnya adalah 5 - 5,5 kaki. Sesungguhnya faktor penentu ukuran panjang dayung ada tiga hal, yaitu : besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu, dan fungsinya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi atau kapten.Tanpa memandang besar tubuh awak perahu dan ukuran perahu, dayung yang digunakan oleh kapten adalah 5,5 - 6 kaki, sedangkan untuk awak perahu ukurannya lebih pendek.
1.3. TALI
Perahu karet dilengkapi tali jenis karmantle sepanjang 40 meter yang digunakan sebagai : tumpuan kaki, pengaman awak perahu dan tali jangkar.
2. PERLENGKAPAN PRIBADI.
2.1. PELAMPUNG
Jenis pelampung yang baik dan benar untuk refteng kasembon adalah pelampung yang sesuai dengan ukuran postur tubuh, berisi gabus tebal (dapat berfungsi sebagai penahan benturan terhadap benda keras). Kelayakan dapat dilihat dari kualifikasi teruji dalam hal daya apung untuk berat maksimalnya.
Untuk kemungkinan menghadapi keadaan darurat, perlu dipertimbangkan mengenai penggunaan pelampung dengan tambahan di bagian belakang kepala, agar kepala tetap terapung tengadah, apabila ketika tidak sadarkan diri. Untuk menjaga agar pelampung tidak naik atau mencuat ke atas saat dipergunakan, maka bagian bawah pelampung dapat diikat ke pangkal paha atau bagian badan lainnya yang memungkinkan. Untuk menghindari terjadinya dehidrasi saat pengarungan maka akan membawa air mineral kemasan 500ml.
2.2. PAKAIAN
Pakaian yang tepat untuk rafting kasembon batu malang adalah pakaian yang memungkinkan kita tetap leluasa dalam bergerak.
2.3. SEPATU
Untuk melindungi kaki dari kemungkinan terluka, gunakan jenis sepatu yang dapat melindungi mata kaki, namun pergelangan kaki dapat tetap bergerak bebas, termasuk memudahkan untuk berenang.
2.4. HELM (PELINDUNG KEPALA)
Mengarungi sungai berjeram dengan letak bebatuan yang tidak beraturan atau sungai dengan derajat kesulitan yang tinggi, helm mutlak digunakan. Tujuannya untuk melindungi kepala dari kemungkinan benturan benda keras. Helm yang baik harus ringan, tahan air dan tidak mengganggu pandangan maupun gerakan.


